Selasa, 27 November 2012

latar belakang open source

Bisa  dikatakan,  Open  Source  itu  ‘gratis’.  Tapi  janganlah  heran,  jika  ternyata  sebagian besar produk Open Source bisa diperoleh secara ‘bebas’, Karena kata ‘Free’ yang ada, sebenarnya berasal dari kata  ‘Freedom’.  ‘Merdeka’. Maka dari  itu, Open Source mempunyai arti, kita bebas mempergunakannya  baik  untuk  kepentingan  pribadi  ataupun  bisnis.  Tapi  sayangnya  banyak orang yang memberikan pengertian  ‘Free’ dengan kata  ‘murahan’. Hal  ini yang perlu  terus kita perjuangan.
Walaupun  bersifat  ‘bebas’,  bukan  berarti semuanya  adalah  ‘gratis’.  Terkadang  ada  harga yang  harus  dibayar  untuk  mendapatkannya,
yakni biaya layanan. Salah satunya seperti biaya ganti ‘Copy CD’, ataupun biaya instalasi ataupun biaya  pelatihan  ataupun  biaya  kastumisasi  ataupun  biaya  sertifikasi. Biaya  ini  bukanlah  biaya untuk membayar lisensi yang mahal, atau besarnya nilai intelektual dalam ‘Source’ tersebut, tapi biaya tersebut lebih ditekankan pada media penyebarannya.

Misalkan ada orang yang  ingin mempunyai  suatu Distro Linux, karena dia  tidak punya akses  internet yang cukup, akhirnya dia membeli CD Linux, yang besarnya biaya hanya sesuai dengan  ongkos  pembuatan  CD  saja.  Contoh  lain  misalnya,  ada  seorang  developer,  semua karyanya  adalah  gratis dan  siap  pakai. Pengguna  tidak  perlu mengeluarkan  biaya  sepeser  pun. Hanya cukup memberikan biaya untuk pelatihan saja.
Kata  ‘gratis’  juga  sering  diartikan  orang  secara  negatif,    ‘murahan’. Tapi  pengertian  ini salah  kaprah. Cukup  banyak  produk  yang  dihasilkan  berkualitas  tinggi  dan  dipergunakan  baik oleh  pengguna  biasa  sampai  perusahaan  komersial.  Beberapa  produk  seperti  WebServer
(Apache+PHP+MySQL), CMS (Mambo, WordPress), Office (OpenOffice, K-Office), Operating System (LINUX, BSD), merupakan beberapa produk yang sangat berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar